
JAKARTA, dailymakassar.id – Mantan Menteri Pertanian Andi Amram Sulaiman (AAS) bertemu empat mata dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Jumat, (15/9/2019) usai salat Jumat.
Pertemuan antara Presiden Jokowi dan AAS ini berlasung selama dua jam. Dikabarkan, dalam pertemuan tersebut berbagai hal dibicarakan, khususnya terkait permasalahan ekonomi dan pembangunan di Kawasan Indonesia Timur (KTI).
Ditemui awak media usai pertemuan tersebut, AAS mengatakan pembicaraan dengan Presiden Jokowi terkait masalah ekonomi, pertanian serta pembangunan di Indonesia Timur.
AAS mengatakan, dirinya yang saat ini menjadi pengusaha mengaku membahas mengenai ekonomi Indonesia saat bertemu dengan Presiden Jokowi.
“Saya kan jadi pengusaha jadi diskusi masalah tentang ekonomi bagaimana ekonomi Indonesia, bagaimana kondisi ekonomi daerah, tentang bahas ekonomi,” kata AAS.
Ia juga membahas mengenai nikel yang menurutnya luar biasa Indonesia memiliki sumber daya tersebut. Bahkan, katanya, 52 persen cadangan nikel dunia berada di Indonesia.
“Kita punya cadangan 50 persen ada di Indonesia untuk seluruh dunia ada 52 persen. Dan 52 persen ini ada Sulawesi, maluku dan Papua. Lalu kalau ini digarap ini luar biasa”, katanya.
“Bayangkan nanti kedepan kalau nikel ini, cobalt itu menjadi baterai , akan jadi bisa menjadi motor listrik, bisa menjadi mobil listrik, sepeda listrik. Bahkan listrik yang kita gunakan bisa tergantikan dari bahan baku nikel ini,” lanjutnya.
Menurut AAS, Indonesia khususnya di daerah Sulawesi bisa menjadi epicentrum ekonomi baru bukan hanya nasional tapi dunia. Dirinya pun memuji keputusan Presiden Jokowi yang berani melakukan hilirisasi. Dia sangat terkesan terobosan-terobosan Presiden. “Juga kami kagum dengan kesederhanaan, kejujuran dan dicintai rakyat. Pendek kata beliau dicintai rakyat dan disegani Dunia”, tegasnya.
“Ini luar biasa dan penting dimanfaatkan, ini Indonesia Timur bisa menjadi epicentrum ekonomi baru bahkan untuk nasional bahkan untuk dunia. Karena adanya sumber daya alam (nikel). Kalau nikel ini kita hilirisasi seperti sekarang program bapak presiden luar biasa berani mengambil keputusan melakukan hilirisasi, value-nya luar biasa,” kata Andi Amran.
Ketika ditanya soal kemungkinan masuk dalam jajaran kabinet Jokowi, AAS tak menjawab tapi hanya melemparkan senyum. Begitupun ketika ditanya akan jadi menteri apa? AAS kembali tersenyum.
Andi Amran hanya menegaskan bahwa selama ini, dirinya tegak lurus mendukung Presiden Jokowi. “Loyalitas saya pada pak Presiden tak usah diragukan lagi”, pungkasnya. (rj)






















Comment