
Dailymakassar.id – Makassar. Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu momen penting dalam dunia akademik kemahasiswaan di Universitas Negeri Alauddin Makassar (UINAM).
KKN dirancang sebagai wadah pembentukan karakter, pemberian pengalaman lapangan, serta sarana pengabdian langsung kepada masyarakat. Melalui program ini, mahasiswa diharapkan mampu menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan untuk menjawab persoalan nyata di tengah masyarakat.
Namun demikian, dalam pelaksanaannya muncul pertanyaan kritis, apakah KKN benar-benar memberikan dampak positif bagi mahasiswa dan masyarakat, atau justru telah bergeser menjadi ajang formalitas dan tren sesaat (FOMO), sehingga menghilangkan makna sejatinya?
Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) terintegrasi yang dilaksanakan oleh Fakultas Syariah dan Hukum UIN Alauddin Makassar (FSH) lebih dari sekadar kewajiban akademik. Ia adalah ruang aktualisasi diri, pengabdian nyata, dan laboratorium kehidupan sosial bagi mahasiswa.
Dengan semangat lintas zonasi, mahasiswa ditugaskan di berbagai wilayah di luar pulau asal mereka. Ini bukan hanya tentang perpindahan geografis, tetapi juga tentang perluasan wawasan, pembelajaran lintas budaya, dan penempaan karakter di medan yang nyata.
Mahasiswa diajak keluar dari zona nyaman, berinteraksi dengan realitas masyarakat yang kompleks, serta belajar menempatkan diri sebagai bagian dari solusi.
Dalam KKN terintegrasi ini, mahasiswa tidak hanya hadir sebagai tamu, melainkan mitra strategis masyarakat. Mereka melakukan observasi, menganalisis permasalahan di bidang hukum, pendidikan, dan sosial, lalu menyusun program yang bersifat solutif dan aplikatif.
Baik dalam bentuk penyuluhan hukum, pendampingan administrasi syariah, maupun kegiatan edukatif lainnya. Setiap langkah adalah bagian dari proses belajar yang bermakna. Lebih dari itu, KKN terintegrasi membuka ruang besar untuk membangun jejaring sosial dan profesional, memperluas relasi, dan menanamkan nilai-nilai integritas, tanggung jawab, serta kepekaan terhadap problematika umat.
Inilah titik temu antara ilmu dan amal, antara teori di ruang kelas dan praktik di tengah masyarakat. Melalui program ini, Fakultas Syariah dan Hukum UIN Alauddin Makassar menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi intelektual yang berilmu, berakhlak, dan mampu memberi kontribusi nyata bagi perubahan sosial.






















Comment