Selain itu, kader juga diperkenalkan pada teknik menanam sayuran bergizi seperti bayam, kangkung, dan tomat yang dapat menunjang kebutuhan gizi keluarga tanpa harus bergantung sepenuhnya pada pasar.
Tidak kalah penting, edukasi juga menitikberatkan pada pengolahan sampah organik dan anorganik. Tim memperkenalkan metode sederhana mengolah sampah dapur menjadi kompos alami yang dapat menyuburkan tanah, sekaligus mengurangi volume sampah rumah tangga.
Sementara itu, sampah anorganik diperkenalkan melalui prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) agar dapat bernilai guna. Penjelasan ini disambut antusias oleh kader dan warga, yang aktif mengajukan pertanyaan terkait praktik penerapan di lingkungan masing-masing.
Suasana diskusi berlangsung interaktif, di mana warga saling berbagi pengalaman tentang pemanfaatan lahan sempit untuk berkebun, serta ide kreatif dalam mengolah limbah rumah tangga.
Tim pelaksana menekankan bahwa upaya kecil seperti menjaga kebersihan lingkungan, menanam TOGA, dan mengolah sampah, jika dilakukan secara konsisten, dapat memberi dampak besar terhadap kesehatan dan kemandirian pangan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Griya SIPAKABERU Kesehatan Lingkungan tidak hanya memberikan pengetahuan praktis, tetapi juga menanamkan nilai keberlanjutan, di mana kesehatan lingkungan menjadi kunci untuk membangun Desa Kampung Beru yang bersih, sehat, mandiri, dan berdaya saing.
Kehadiran Muhammad Ali, S.H. selaku Kepala Desa Kampung Beru bersama para kader semakin memperkuat komitmen bersama untuk menjadikan Desa Kampung Beru sebagai contoh nyata penerapan gaya hidup sehat berbasis kearifan lokal**(jend/rm)






















Comment