Ketua Tim PPK Ormawa UKM KPI Unhas 2026, Fadel Muhammad S., menyampaikan bahwa dukungan dari Bupati Bone menjadi motivasi bagi tim untuk terus menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan program tidak terlepas dari kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan kelompok tani.
Sinergi tersebut menjadi modal penting dalam memastikan setiap program benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
“Apresiasi dari Pak Bupati menjadi penyemangat bagi kami semua. Ini menunjukkan bahwa program yang kami jalankan, yang lahir dari diskusi bersama masyarakat, benar-benar dibutuhkan dan diperhatikan oleh pemerintah. Kami berharap Smart Hydro Loop tidak hanya berhenti di Desa Kajaolaliddong, tetapi bisa menjadi model bagi desa-desa lain di Bone dalam membangun pertanian yang mandiri dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ketua Umum UKM KPI Unhas, Aydil Fitra Mulya mengatakan, apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Bone menjadi bentuk kepercayaan terhadap peran organisasi mahasiswa dalam mendukung pembangunan masyarakat.
Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi dorongan bagi UKM KPI Unhas untuk terus mengembangkan program pengabdian yang berdampak luas.
Organisasi juga berkomitmen menjaga keberlanjutan pendampingan setelah program selesai agar manfaat inovasi tetap dirasakan masyarakat.
Pendampingan jangka panjang menjadi salah satu fokus utama dalam pelaksanaan Program Mannennungeng.
“Kami sangat bersyukur atas kepercayaan dan apresiasi yang diberikan oleh Pak Bupati. Ini membuktikan bahwa program pengabdian mahasiswa tidak hanya berjalan di atas kertas, tetapi benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat dan mendapat tempat di hati pemerintah daerah,” ujarnya.
Dosen Pendamping Program, Muh. Adnan Kasogi, S.Sos., M.Si., menegaskan bila keberhasilan Smart Hydro Loop bergantung pada keterlibatan aktif masyarakat dalam mengelola teknologi yang telah diperkenalkan.
Oleh sebab itu, tim menerapkan pendekatan partisipatif agar masyarakat menjadi pelaku utama dalam setiap tahapan program.
Ia optimistis model pemberdayaan seperti ini dapat direplikasi di berbagai desa lain yang memiliki karakteristik serupa.
“Mahasiswa hadir untuk mendampingi dan mentransfer pengetahuan. Namun pilar utamanya tetap berada pada kesiapan dan kemandirian warga Desa Kajaolallidong. Kami memproyeksikan sistem Smart Hydro Loop ini sebagai model pertanian cerdas yang bisa direplikasi di desa-desa lain,” pungkas Muh. Adnan Kasogi**






















Comment