Suhu Memanas, Penolakan untuk Gubernur Radikal Warnai Dinamika Pilgub Sulsel

Spanduk yang terpasang di ruas jalan Sultan Alauddin Makassar

MAKASSAR — Jelang perhelatan Pilgub Sulsel, suhu politik mulai meninggi. Hal ini ditandai dengan munculnya berbagai aksi untuk menyatakan penolakannya terhadap kandidat tertentu.

Salah satunya adalah munculnya Kelompok yang mengatasnamakan diri Aliansi Sulawesi Selatan (ASS) yang tegas menyatakan menolak calon Gubernur yang disebutnya radikal di Pilgub Sulsel November mendatang.

Penolakan tersebut mulai dilakukan melalui pemasangan spanduk di sejumlah titik ruas jalan di Makassar.

Spanduk itu bertuliskan, “KAMI MENOLAK CALON GUBERNUR RADIKAL DAN INTOLERAN DI SULSEL.”

YANG MENGHARAMKAN PEMASANGAN FOTO PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN DI RUANGAN GUBERNUR, MELARANG MUSIK, MELARANG ACARA ADAT ISTIADAT,” tulis spanduk yang terpampang di perempatan perbatasan Gowa – Makassar, Jalan Sultan Alauddin, Sabtu, (27/7/2024).

Daily Makassar mencoba melakukan penelusuran terkait pemasangan spanduk tersebut. Namun hingga berita ini tayang belum terdeteksi siapa yang melakukan pemasangan spanduk ini.

Diketahui, kontestasi Pilgub Sulsel mulai mengurucut menjadi beberapa nama. Sebutlah yang paling mengemuka ada petahana Andi Sudirman Sulaiman, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), Moh. Ramdhan Pomanto, Adnan Purictha dan Indah Putri Indriani. (*)