Ketua Fatayat NU Angkat Bicara dalam Diskusi Peningkatan Kapasitas Perempuan di Dunia Politik

Keterangan Foto: Ketua Fatayat NU Angkat Bicara dalam Diskusi Peningkatan Kapasitas Perempuan di Dunia Politik

Dailymakassar.id – Makassar. Kegiatan Peningkatan Kapasitas Perempuan di Lembaga Politik” yang digelar Badan Kesbangpol Kota Makassar menghadirkan diskusi intensif tentang tantangan kepemimpinan perempuan.

Dalam diskusi tersebut, Ketua PC Fatayat NU Kota Makassar, Nurul Husna Al Fayanah, membuka pembicaraan dengan pertanyaan kritis.

“Kenapa keberanian pemudi sering dianggap pembangkangan, sementara keberanian pemuda dipuji sebagai kepemimpinan?” Tanyanya.

Menurut Nurul Husna dalam dialog antargenerasi tentang kepemimpinan perempuan menekankan bahwa, persoalan ini adalah bentuk bias sistemik dalam penilaian kepemimpinan.

“Ketika pemudi kritis, dia dianggap memberontak. Tapi ketika pemuda melakukan hal sama, itu disebut visioner. Ini bukti ruang politik kita masih dirancang dengan standar ganda,” ungkap Nurul.

Resonansi kegelisahan ini, langsung mendapat tanggapan dari Sri Wahyuningsih, Komisioner KPU Sulsel.

“Jangan pesimis. Perubahan memang membutuhkan waktu. Tapi setiap langkah yang kita ambil—termasuk hadir di ruang-ruang seperti ini—adalah bagian dari perjuangan memperluas ruang bagi kepemimpinan perempuan,” urai Sri Wahyuningsih.

Pernyataan ini disambut gemuruh tepuk tangan peserta, terutama dari 25 pengurus Fatayat NU yang hadir sebagai delegasi aktif.

Comment