Membesarkan anak, tugas dan tanggung jawab ibu begitu besar. Bukan hanya membesarkan dan mengasuhnya, tetapi juga mendidik. Mendidik anak harus dengan hati karena yang ingin disentuh dan dikelolah dari anak adalah hatinya.
Dailymakassar.id – MAKASSAR. Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Ma’arif Makassar menggelar seminar parenting di Aula SDIT Ma’arif Makassar, Rabu (22/12). Kegiatan ini dalam rangka memperingati Hari Ibu dengan tema “Ibu Hebat, Ibu Bijak di Era Digital”.
Nampak hadir dalam seminar; Bendahara Umum SIT Ma’arif Makassar Ibu Hj. Radhiah Sa’ad, S.Pd.I., Kepala SDIT Ma’arif Makassar H. Mubarak Bakry, S.Th.I., M.Th.I., Bendahara SDIT Ma’arif Makassar Syahrul Halik, S.E., S.Sos., dan hadir pula secara online Direktur SIT Ma’arif Makassar, Bapak DR. K.H. Muammar Bakry, Lc., M.A.
Seminar parenting menghadirkan pembicara nasional, trainer-motivator, dan pemerhati anak, Ibu Julia Putri Noor, A.Md., S.E., M.Ap. sebagai narasumber yang membahas tentang bagaimana menjadi ibu yang bijak dan bagaimana pola asuh yang baik terhadap anak di era digital, khususnya pasca pandemi seperti saat ini.
Acara diawali sambutan secara online Direktur SDIT Ma’arif Makassar. Dalam sambutannya, DR. Muammar mengatakan bahwa “Al Ummu Madrasatul Ulaa”, Ibu merupakan madrasah atau sekolah pertama dan pendidik pertama dan utama bagi anaknya. Sehebat guru di luar sana, tak ada guru sehebat ibu yang selalu mengajar dan mendidik anaknya hampir 24 jam.
“Sekolah pertama yang dikenal anak yaitu Ibu karena ibulah yang pertama kali mengajarkan dan membekali anak dengan nilai dan norma-norma sebelum anak belajar pada jenjang pendidikan usia dini atau pun pendidikan dasar,” jelasnya.
Narasumber Julia Putri Noor mengatakan bahwa dalam membesarkan anak, tugas dan tanggung jawab ibu begitu besar. Bukan hanya membesarkan dan mengasuhnya, tetapi juga mendidik.
Lebih lanjut penjelasan Julia, mendidik anak tidak boleh hanya mengandalkan ilmu yang ibu-ibu miliki tetapi mendidik anak harus dengan hati karena yang ingin disentuh dan dikelola dari anak adalah hatinya.
Acara dihadiri kurang lebih dua ratusan orang tua santri. Di tengah-tengah kesibukan mereka, para orang tua menyempatkan diri untuk hadir dalam acara tersebut karena selain menghadiri seminar, hari ini juga diadakan penerimaan hasil belajar (penerimaan raport).
“Materi ini sangat menarik, pematerinya pun sangat luar biasa. Pematerinya sangat bagus dalam menyampaikan materi, karena beliau menyentuh perasaan dan berkisah apa yang sebagian besar ibu-ibu alami,” urai salah satu orang tua santri.
Selepas acara, Ketua Panitia Pelaksana, Ustad Muh. Al-Gazali Amin, S.S., mengatakan bahwa para orang tua santri patut bersyukur karena SDIT Ma’arif Makassar tidak hanya anak didik saja yang dibekali ilmu, tetapi juga para orang tua dibekali ilmu parenting.
Acara seminar dipandu oleh Nahida Rilebina Muammar dan Sri Dwi Budiarti. Peserta disuguhkan Drama Musikal Puisi yang diperankan oleh santri-santri SDIT Ma’arif Makassar yaitu, Ananda Nafila Ridalena Muammar, Annisa Nur Humaira, dan Atilla Nabil Fayadh.
Sementara pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an dibawakan oleh Ananda Naufal Alwi Ikhsan, Naqiya Riatina Muammar, dan Saritilawah oleh Ananda Cing Esha Syaninah**(RM)





















Comment