by

Sekolah Dasar Disegel, Warga Urunan Menyumbang, Di Mana Pemda Luwu Utara?

Sekolah Dasar Negeri (SDN) 237 Bungadidi, Kecamatan Tana Lili, Kabupaten Luwu Utara

Dailymakassar.id – Lutra. Sekolah Dasar Negeri (SDN) 237 Bungadidi, Kecamatan Tana Lili, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, disegel warga bernama Masdia, yang mengklaim sebagai pemilik lahan tempat sekolah didirikan.

Masdia menyegel gerbang sekolah dan tidak akan mengizinkan aktivitas belajar di sekolah itu berlangsung sampai menerima ganti rugi lahan. Masdia menyebutkan masih tersisa pembayaran ganti rugi lahan sekitar Rp50 juta hingga Rp60 juta.

“Masalah ini sudah lama dan sampai saat ini belum ada penyelesaian. Kami bahkan sudah sampai ke Pemerintah daerah, tapi tidak ada hasil,” kata Masdia, Sabtu (25/9/2021) lalu, dilansir dari salah satu media nasional.

Masdia pun mengatakan penyegelan ini akan terus dilakukan sampai ganti rugi lahan dibayar.

Sementara itu, siswa SDN 237 Bungadidi terpaksa menumpang di rumah warga untuk dapat mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM). Warga yang rumahnya berdampingan dengan sekolah, memberi tumpangan bagi siswa agar dapat tetap belajar.

Kondisi Saat Ini

Selanjutnya, hari Minggu (10/10/2021) ini, Ketua Aliansi Masyarakat Desa Bungadidi (ALAMI), Andri ‘Dodot’ Mario Dahlan, kembali mengungkapkan kondisi SDN 237 tersebut. Berikut postingan Andri:

Saat dihubungi lewat sambungan telepon, Minggu (10/10/2021), Ketua ALAMI menjelaskan jika penyegelan sekolah telah dimulai sejak Juni 2021. Namun saat ini sekolah tersebut sudah dibuka kembali karena sudah adanya hasil sumbangan dari warga (seperti dijelaskan dalam postingan) kepada pihak yang menyegel sekolah tersebut.

BACA JUGA  Ini Dua Sosok Pejuang Kemerdekan RI di Maros yang Terlupakan

Bagaimana Cerita Sekolah Dasar Negeri Itu Didirikan?

Masih menurut Ketua ALAMI, bahwa awalnya tanah sekolah itu ditukar dengan tanah dibelakang sekolah oleh dua pihak (saar ini kedua pihak itu telah meninggal).

“Masdi dan saudaranya bapak Rahmat tukar guling lahannya. Saya kurang tau pasti tahun berapa, tapi kalau tak salah sekitar tahun 2012-2013. Bapak Rahmat meminta untuk pembuatan surat hak kuasa kelolah lahan kepada Pemda, tapi sampai skrn belum ada juga.. itu info yang saya dengar,” kata Andri seperti dilansir dari smartcitymakassar.com.

“Namun sekitar Juni 2021, anak dari pemilik lahan (Masdia-red) menyegel sekolah tersebut karena tanah kebun milik ayahnya ingin diambil kembali oleh pemilik dulu. Kalau tidak salah sekitar Tahun 2012 itu ditukar dulu. Ayah Masdia dulunya memang pemilik lahan sekolah inu,” jelas Andri.

Adapun cerita detail soal mengapa bisa dibangun Sekolah Dasar Negeri itu, Andri mengaku tak tahu persis.

“Baru beberapa minggu ini bapak Rahmat dan keluarga si pemilik lahan di berikan surat hak kuasa kelola lahan,dan pada saat itu juga segel sekolah dibuka. Itu info yang saya dapat,”pungkas Andri.

Sebagai informasi, Redaksi terus mencoba menghubungi Muslimin Kepala Sekolah SDN 237 Bungadidi, dan Jasrum Kepala Dinas Pendidikan Luwu Utara. (Ip)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *