Editorial: Merebut Kembali Rasa Aman Warga Makassar

Ilustrasi perkelahian kelompok

Dailymakassar.id – EDITORIAL. Maraknya perkelahian antar kelompok, penyerangan dengan memakai busur panah, tindak ugal-ugalan di jalan dengan kendaraan bermotor yang dilakukan oleh remaja di Makassar semakin meresahkan warga.

Berbagai upaya telah dilakukan aparat kepolisian, baik itu dengan melakukan penindakan hukum, memediasi pihak yang bertikai dengan melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama serta aparat pemerintahan, namun tak juga mampu meredam fenomena tersebut.

Memasuki musim liburan sekolah seperti saat ini, bisa dikatakan semakin memperbesar peluang terjadinya perilaku yang sudah melampaui batas toleransi dan sudah mengancam jiwa warga yang tak bersalah. Bahkan dalam beberapa kasus, warga tak bersalah telah menjadi korban.

Diperlukan tindakan “extra-ordinary” untuk meredam fenomena ini. Bila tidak maka kemungkinan kejadian semacam ini akan semakin melebar serta semakin tak terkendali.

Pelibatan seluruh elemen masyarakat beserta institusi yang berwenang harus diupayakan semaksimal mungkin. Di samping penegakan hukum harus lebih dipertegas lagi, juga sebaiknya melibatkan para pakar dan akademisi, baik itu ahli psikologi sosial, ahli psikologi remaja dan ahli hukum dalam mengupayakan solusi yang komprehensif.

Upaya ini sangat penting, mengingat fenomena semacam ini merupakan fenomena sosial-psikologis perkotaan. Akar penyebabnya dan pemicunya harus lebih dahulu terindetifikasi.

Dan yang lebih penting adalah bersatunya warga untuk tak memberi ruang bagi potensi munculnya hal semacam ini. Sangat diperlukan kesadaran warga Makassar untuk bersama-sama “melawan” potensi kriminalitas dengan memunculkan kembali kepedulian untuk kenyamanan berrsama. [Redaksi]

Comment