
GOWA, dailymakassar.id – Sejak 4 tahun pasca banjir bandar, jembatan Jenelata, Kecamatan Manuju, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel) belum juga diperbaiki. Padahal kondisi saat ini jembatan masih darurat dan sangat rapuh serta membahayakan warga.
Olehnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa, Sulsel menegaskan siap mengambil alih dan menganggarkan renovasi pembangunan Jembatan Jenelata setelah rusak dihantam banjir bandang pada 2019 lalu.
Adapun Pemkab Gowa akan berkoordinasi dengan pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang, karena jembatan tersebut di bawah tanggung jawab Balai.
“Masyarakat mengeluhkan kondisi jembatan yang sangat rapuh karena membahayakan warga. Jembatan Jenelata itu di bawah tanggung jawab Balai dan kita akan koordinasikan agar ada penyerahan aset,” jelas Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan di Gowa, Rabu (26/7/2023) kepada awak media.
“Di satu sisi kami mau memperbaiki tapi di sisi lain lagi ini bukan di bawah tanggungjawab kami. Makanya, agar kami bisa memperbaiki terlebih dahulu perlu dilakukan pengalihan aset dari BBWS Pompengan Jeneberang ke Pemkab Gowa,” jelas Adnan.
Rencana awal pengambil alihan aset, rencananya Pemkab Gowa menargetkan tahun 2023 ini pengambilalihan aset mulai dapat dilakukan.
“Jembatan Jenelata dan Bendungan Bili-bili itu adalah aset BBWS Pompengan Jeneberang jadi mesti melalui proses penyerahan aset dulu baru bisa kami mulai kerjakan. Tahun ini kami menargetkan untuk pengambil alihan aset dulu,” terangnya.
Adnan menuturkan setelah Jembatan Jenelata menjadi aset Pemerintah Kabupaten Gowa, maka pengerjaan jembatan pun baru dapat dilakukan pada 2024. Hal ini lantaran prediksi pengerjaan jembatan membutuhkan waktu selama 10 bulan.
Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Gowa Rusdi Alimuddin mengatakan, perencanaan renovasi pembangunan Jembatan Jenelata akan dimulai tahun ini. Sementara untuk proses pengerjaannya baru akan dimulai pada 2024 mendatang.
“Selain pengambil alihan aset kami juga akan membuat perencanaan pembangunan kembali terlebih dahulu. Makanya proses pengerjaan akan dimulai tahun depan,” ujarnya.
Jembatan Jenelata ini direncanakan akan dibangun dengan ukuran 6 x 60 meter dengan perkiraan anggaran mencapai Rp7,5 miliar. Perencanaan model jembatan sama dengan model Jembatan Esere di Kecamatan Tompobulu.
Sebagai informasi, saat peninjauan ke Jembatan Jenelata, Bupati Gowa didampingi Kepala Dinas PUPR Kabupaten Gowa, Rusdi Alimuddin, dan Kepala Badan Pengelolah Keuangan Daerah (BPKD) Abd Karim Dania. (Ip)






















Comment