Opini: Refleksi 80 Tahun Indonesia Merdeka: Harapan, Berbenah, dan Menatap Generasi Emas 2045

Konstitusi kita, UUD 1945 dengan tegas menempatkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia sebagai salah satu tujuan utama bernegara. Namun, praktik sehari-hari justru menunjukkan adanya jurang antara cita-cita dan kenyataan.

Keadilan masih sering “tersandera” oleh kepentingan oknum mental penjajah, sementara rakyat kecil menjadi pihak yang paling rentan terhadap ketidakadilan hukum maupun ekonomi.

Dalam konteks hukum, kita menyadari bahwa hukum seharusnya bukan sekadar teks di atas kertas, melainkan instrumen yang hidup untuk melindungi yang lemah dan menegakkan kebenaran.

Kemerdekaan di usia 80 tahun ini seharusnya menjadi panggilan moral bagi bangsa untuk melakukan perubahan mendasar. Melawan korupsi dengan penegakan hukum yang konsisten, menutup ruang bagi praktik judi online yang merusak masa depan generasi, menghadirkan perlindungan nyata bagi perempuan dan anak, serta membuka akses lapangan kerja yang setara bagi seluruh rakyat, tanpa diskriminasi.

Kita harus jujur, perjuangan melawan masalah-masalah bangsa bukanlah hal yang bisa selesai dalam hitungan tahun, butuh proses yang dibangun bersama. Namun, dengan konsistensi, komitmen, dan keberanian untuk berbenah, maka Indonesia bisa melangkah ke arah yang lebih baik.

Dua puluh tahun ke depan, tepat di usia seratus tahun kemerdekaan, kita menatap cita-cita besar yaitu menuju Indonesia Emas 2045. Generasi emas tidak akan hadir hanya karena angka, tetapi harus dipersiapkan sejak sekarang melalui kebijakan yang adil, ekonomi yang inklusif, serta penegakan hukum yang tegas.

Merdeka ke-80 tahun adalah sebuah titik refleksi. Jika hari ini kita mampu berbenah, menata bangsa dengan semangat optimisme, kebersamaan dan kejujuran, maka 20 tahun lagi, Indonesia tidak hanya sekadar merdeka secara politik, tetapi juga merdeka dari ketidakadilan sosial, korupsi, kemiskinan, dan segala bentuk penindasan.

Saat itulah, cita-cita besar para pendiri bangsa benar-benar dapat diwujudkan untuk kemuliaan rakyat dan kejayaan negara.

*Penulis adalah Ketua Divisi Pendidikan dan Penelitian LBH GP Ansor Makassar

Comment