
Tulisan ini lahir dari kontroversi yang melibatkan stasiun televisi nasional dalam sebuah reportase yang memicu gelombang protes dari kalangan santri dan alumni pesantren di berbagai daerah.
Andai saja melakukan prinsip cover both sides dan profesional: mendengar langsung suara dari pesantren dan memahami budaya yang hidup di sana, kontroversi ini tidak akan terjadi.
Alhamdulillah, pihak Trans7 telah mengakui kelalaiannya. Mereka menyampaikan permintaan maaf dan siap memenuhi lima poin tuntutan dari Himpunan Alumni Santri Lirboyo (Himasal) Jabodetabek.
“Insha Allah dalam waktu dekat kami akan bertabayyun dengan keluarga Pak Kiai,” ujar Direktur Produksi Trans7, Andi Chairil, Selasa (14/10/2025).
Di balik peristiwa ini, masih banyak orang yang benar-benar belum memahami dunia pesantren. Sebuah dunia yang berbeda ritmenya, namun tetap di jalan yang sama dengan dunia umum, mencari ilmu dan kebaikan.






















Comment