Frank de Boer tentu bukan nama sembarangan. Legenda Belanda itu pernah menangani beberapa klub dan timnas.
Ajax Amsterdam, Inter Milan, Crystal Palace, Atlanta, hingga timnas Belanda. Secara pengalaman, jelas ia unggul jauh.
Tapi, rekam jejaknya tak sepenuhnya mulus. Sejumlah mantan pemain Inter seperti Caner Erkin, Jonathan Biabiany, dan Felipe Melo pernah melontarkan kritik tajam terhadap metode kepelatihannya.
Mereka menyebut De Boer sebagai sosok yang tidak menghargai pemain dan “tidak memahami sepak bola”.
De Boer juga sempat tersandung kasus doping pada 2001, meski UEFA kemudian menyatakan penggunaan zat terlarang itu tidak disengaja.
Berbagai catatan tersebut, sulit rasanya De Boer memimpin timnas Indonesia yang membutuhkan stabilitas dan kehangatan ruang ganti.
Nah, Park Hang-seo terasa paling realistis dan masuk akal. Pelatih asal Korea Selatan itu punya rekam jejak cemerlang di Asia Tenggara.
Park bukan hanya pelatih, ia peracik semangat. Memahami bahwa sepak bola bukan semata taktik, tapi juga soal mental, budaya, dan kebanggaan.
Hal itu terbukti saat Vietnam meraih Piala AFF 2018, dua emas SEA Games (2019 dan 2021), dan menjadi runner-up Piala Asia U-23 2018.
Bahkan pencapaian bersejarah, saat membawa Vietnam yang dijuluki The Golden Stars Warriors menembus babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2022**(Redaksi)






















Comment