
Oleh: Mubha Kahar Muang
Pada abad ke-6 SM orang-orang Fenisia atau sekarang Libanon dan Suriah tiba di Iberia dan mendirikan koloni di Spanyol Selatan yang dinamai Cartago Nova.
Kerajaan Kartago terletak di Teluk Tunis, Afrika Utara. Berdiri pada 814 SM, kemudian mendirikan pemukiman Fenisia di hampir seluruh Mediterani dan sebagian Eropa, termasuk Spanyol.
Hispania
Hispania adalah nama yang diberikan oleh bangsa Fenisia, untuk Semenanjung Iberia meliputi wilayah Spanyol, Portugal dan Andorra di sekitar abad ke-3 SM. Hispania artinya, tersembunyi, jauh dan terpencil.
Bangsa Fenisia ketika itu hanya Romawi yang dapat menyaingi kekuasaan, kekayaan dan populasi Kartago.
Jatuhnya Spanyol Ketangan Romawi
Dalam upaya memperluas sekaligus mempertahankan daerah kekuasaan, Romawi dan Kartago berperang. Pada akhirnya perang dimenangkan oleh Romawi.
Kekaisaran Kartago runtuh sehingga semua daerah kekuasaan Kartago jatuh ketangan Romawi termasuk Spanyol pada tahun 218 SM. Spanyol dikuasai oleh kekaisaran Romawi hingga tahun 400 M.
Setelah runtuhnya Kekaisaran Romawi, Spanyol dikuasai oleh bangsa Visigoth mulai tahun 409 M. Tetapi kemudian Kaisar Byzantium Justinian dari Romawi kembali ingin menguasai Spanyol, sehingga Visigoth berjuang delapan tahun mengusir Romawi dari Spanyol
Karena konflik internal, Visigoth akhirnya dikalahkan oleh bangsa Moor dari Afrika Utara pada 711 M di bawah pimpinan Thariq bin Ziyad.
Kemudian Musa obin Nusayr al Walid I bin Abdul Malik, khalifah keenam Dinasti Umayyah dengan pasukan mayoritas Arab membangun provinsi di bawah kekuasaan Dinasti Umayyah di Damaskus.
Perbedaan etnis Berber Afrika dengan Arab sering menyulut konflik, sehingga tidak ada gubernur yang bertahan lama, sampai masuknya Abdurrahman al-Dakhil mendirikan Dinasti Umayyah di Spanyol dan menetapkan Cordoba sebagai ibu kota.
Pada masa pemerintahan Abdulrahman Al-Dakhil dibangun Masjid Cordoba serta sekolah-sekolah di kota-kota besar Spanyol.
Pada masa pemerintahan Abdurrahman III didirikan Universitas Kordoba mendahului Al-Azhar Kairo.
Pada tahun 1031 Umayyah Andalusia pecah membuat Spanyol juga terpecah menjadi 15 kerajaan kecil.
Akibatnya Pasukan Kristen lebih mudah menguasai wilayah kerajaan kecil tersebut.
Kemudian muncul Dinasti Murabithun yang berpusat di mulut Sungai Sinegal melakukan ekspansi hingga ke Spanyol.
Dinasti Murabithun kewalahan menumpas pemberontakan sehingga akhirnya diambil alih oleh Dinasti Muwahhidun yang berpusat di Maroko.
Karena konflik internal, menyebabkan Dinasti Muwahhidun pun tidak kuat melawan serangan dari pihak Kristen yang semakin gencar.
Pasukan Kristen dipimpin oleh Alfonso VIII, Raja Castile yang mendapat bantuan dari Perancis.
Pasukan dari Dinasti Muwahhidun mengalami kekalahan besar. Akibatnya seluruh kekuasaan Islam di Spanyol jatuh ketangan pasukan Kristen kecuali Granada.
Hingga abad ke-12 M nama Hispania masih digunakan yang merujuk kepada wilayah Granada, Kerajaan Kastilia, Leon, Aragon, Navarra serta Portugal.
Bangsa Spanyol yang beragama Katolik terdiri dari beberapa kerajaan, yaitu Leon, Castille, Navarre, dan Aragon.
Kerajaan Leon bersatu dengan Castile. Kemudian Aragon bersatu dengan Castille, membuat Spanyol menjadi lebih kuat.
Keduanya adalah penganut Katolik yang saleh. Pengadilan agama menjatuhkan hukuman berat bagi orang-orang yang dicurigai penganjur bidah atau tidak menyetujui ajaran Katolik.
Orang diadili secara rahasia dan disiksa. Jika mengaku akan dikenakan denda, yang menyangkal akan dipenjara atau dibakar sampai mati untuk menghapus dosa.
Kaum Muslim dan Yahudi diusir atau dipaksa pindah agama. Sekitar 200.000 Yahudi meninggalkan negeri itu.
Kaum Muslim yang tidak meninggalkan Granada dikejar dan dibunuh sehingga banyak yang bersembunyi di rumah-rumah.
Tentara Salib kemudian membuat “pengumuman tipuan” bahwa kaum Muslim bisa keluar dari rumah dengan aman dan diperbolehkan berlayar keluar Spanyol dan disiapkan kapal-kapal penumpang di pelabuhan.
Pada 1 April 1487 kaum Muslim berbondong-bondong ke pelabuhan siap untuk berangkat.
Setelah ribuan penduduk Muslim, laki perempuan, tua muda, anak kecil dan bayi berkumpul, tentara Salib mengepung dengan pedang terhunus dan menghabisi mereka.
Perisitiwa 1 April 1487 tersebut tampaknya yang dijadikan Hari Bebas Berdusta atau April Mop, walau ada juga yang berpendapat beda.
Letak Spanyol yang sangat strategis, membuat Spanyol harus berjuang selama kurang lebih 1.700 tahun untuk mengakhiri pendudukan bangsa lain.






















Comment