PW Fatayat NU Sulsel Peringati Maulid Nabi: Mammaulu’ dan Ma’barzanji Adalah Alkulturasi Budaya Lokal dengan Islam

Peringatan Kelahiran Nabi Muhammad SAW dirayakan oleh umat dengan beragam cara di berbagai daerah namun esensinya tetap sama yaitu meneladani ajaran Nabi

Dailymakassar.id – MAKASSAR. PW Fatayat NU Sulawesi Selatan tidak melewatkan begitu saja momentum bulan Maulid. Bertempat di Aula Balai Litbang Keagamaan Kota Makassar, Ahad lalu (21/11) PW Fatayat NU Sulsel menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Kegiatan ini digelar dalam rangka memperkuat ukhuwah Islamiyah dan tradisi Aswaja Annadlhiyah serta perwujudan mengingat, menghayati, memuliakan dan cinta kepada Rasul Allah Muhammad SAW.

Nurul Ulfah, Ketua Pimpinan Wilayah Fatayat NU Sulawesi Selatan mengatakan, kegiatan tersebut sebagai wujud penghormatan atas kelahiran Rasulullah yang jatuh pada bulan Rabiul Awal.

“Ikhtiar bersama ini kita jadikan sebagai khidmat. Berharap syafaat dari Rasulullah dengan mabarzanji (pembacaan barzanji). Mudah-mudahan kita semua para kader Fatayat NU Sulsel, sehat wal afiat dan makin semangat berkhidmat di Fatayat NU,“ ujarnya.

Dalam sambutan Nurul Ulfah, ia sangat mengapresiasi semangat para kader Fatayat NU Sulsel dalam mempersiapkan sajian terbaiknya untuk perayaan Maulid.

“Alhamdulillah hari ini kita merayakan mammaulu’ (maulid) dan ma’barzanji (pembacaan barzanji), menandakan Fatayat NU Sulawesi Selatan telah melaksanakan amaliyah ubudiyah annahdliyah,” ucapnya.

Ketua Panitia, Afifah Mali mengatakan dengan peringatan ini umat Islam diharapkan dapat mengambil tauladan yang mulia dari Rasulullah. Sekalipun peringatan Kelahiran Nabi Muhammad SAW dirayakan oleh umat dengan beragam cara di berbagai daerah namun esensinya tetap sama yaitu meneladani ajaran Nabi.

“Pembacaan Barzanji, telur, batang pisang dan songkolo yang ada disini juga hasil dari akulturasi budaya lokal dengan Islam, semua memiliki makna filosofis tersendiri ,” jelasnya.

Ucapan terima kasih juga disampaikannya kepada semua pihak sebagai apresiasi terhadap kelancaran acara Maulid Nabi Muhammad SAW.

Ikut menambah khidmatnya peringatan maulid tahun ini adalah dengan menghadirkan kajian Keadilan Gender Islam dalam Hikmah Maulid yang dibawakan oleh Dr. Syamsurijal Ad’han, M.Si, Peneliti dari Balai Litbang Keagamaan Kota Makassar dengan tema “Perjuangan Nabi Mengangkat Derajat Perempuan.”

Tema ini sangat selaras dengan arah gerakan Fatayat NU sebagai organisasi perempuan muda NU yang sejak awal menolak segala bentuk domestifikasi dan marginalisasi perempuan di ruang publik.

Perayaan Maulid dihadiri oleh Kepala Balai Litbang Keagamaan Kota Makassar, PC Fatayat NU di Sulawesi Selatan dan Banom-Banom NU di Kota Makassar.

Acara ditutup dengan membagikan sajian maulid dan makan bersama para tamu yang hadir. Dengan demikian perayaan Maulid Nabi Muhammad ini harus dimaknai positif yang menunjukkan kemauan berbagi dengan sesama sebagai wujud kegembiraan pada hari kelahiran Nabi Muhammad SAW**(Tbr)

Comment