Langkah Tenang di Antara Merah dan Oranye

Kebijakan ini lahir dari niat menjaga netralitas, menghindari konflik kepentingan, serta memastikan stabilitas internal kampus.

Di masa transisi, hadirnya figur eksternal yang berwibawa menjadi penyejuk, penuntun arah agar roda akademik tetap berputar dengan tenang.

Dalam konteks birokrasi perguruan tinggi, sejalan dengan prinsip tata kelola yang baik (good governance).

Penunjukan itu juga memberi pesan jika perguruan tinggi adalah rumah pengetahuan, bukan arena kepentingan.

Sebagai Wakil Rektor Bidang SDM, Alumni, dan Sistem Informasi UNHAS, sosoknya dikenal tegas, rasional, empati, dan penuh integritas.

Kini, Prof. Farida siap melangkah tenang dengan membawa semangat keadilan lintas warna tanpa mengenal sekat almamater**(Redaksi)

Comment