Dahsyatnya Membaca Buku

Keterangan Foto: Ilustrasi

Jorge Luis Borges: “I have always imagined that Paradise will be a kind of library” (Aku selalu membayangkan surga itu sejenis perpustakaan)

Dari luar, seseorang yang sedang membaca buku tampak begitu tenang, geraknya pasif, dan tubuhnya diam.

Matanya hanya bergerak pelan mengikuti baris demi baris huruf di halaman.

Setiap lembaran halaman dibuka,, ada kata-kata yang seolah menunggu untuk ditemukan.

Ada pula tercium aroma khas dari bahan kertas yang terpapar cahaya, panas, atau lembab.

Dalam momen sederhana itu, manusia sedang membuka pikiran dan juga, di balik ketenangan, sesungguhnya ada kehidupan yang sibuk dan riuh.

Tubuh sedang menari, antara pikiran, perasaan, dan kesadaran yang bergerak tanpa suara.

Otak bekerja seperti mesin halus yang menafsirkan makna, menghidupkan imajinasi, dan menghubungkan ingatan lama dengan kata-kata baru.

Sistem limbik, pusat emosi otak, ikut terlibat jika isi bacaan menggugah perasaan. Kita bisa merasa sedih, hangat, terinspirasi, bahkan berdebar.

Detak jantung dan pernapasan biasanya melambat, terutama ketika benar-benar tenggelam dalam bacaan.

Hormon dopamin bisa meningkat jika apa yanf dibaca menyenangkan, atau oksitosin jika ada sentuhan empati dalam cerita

Membaca buku adalah bentuk perjalanan paling indah. Tanpa langkah, tapi membawa kita menembus ruang dan waktu.

Comment