Editorial: ‘Petak Umpet’ COVID-19 di Negeri Ini

Ilustrasi Omicron

Kasus penyebaran COVID-19 di Indonesia kembali melonjak. Seperti sebuah siklus yang tak berujung, COVID-19 menjadi pandemi yang terus menghantui. Apa yang harus diperbuat pemerintah?

Dailymakassar.id – EDITORIAL. LONJAKAN penyebaran COVID-19 kembali membuat Indonesia memasang ‘alarm’ kewaspadaan. Tak urung, Kapolri Jenderal Pol. Sigit Prabowo mengeluarkan statemen agar masyarakat tidak panik dan tetap menaati protokol kesehatan.

Para ahli epidemilogi, sebelumnya memang telah mengingatkan agar pemerintah tidak terlena dengan tren melandainya kasus COVID-19. Sejak pertama kali ditemukannya kasus varian Omicron di Indonesia, para ahli epidemologi sudah mewanti-wanti mengingat varian Omicron diyakini mampu menyebar dengan kecepatan yang sangat tinggi.

Dengan lonjakan kasus COVID -19 ini, kita tak hendak menyalahkan siapa-siapa. Pemerintah dalam kadar tertentu telah demikian maksimal melakukan aksi untuk meredam dengan begitu massifnya gelaran vaksinasi hingga pelosok tanah air. Bahkan hampir dikatakan, agenda yang paling mencolok selama 2 tahun terakhir ini adalah bagaimana pemerintah berjibaku dalam melawan tingkat penyebaran penyakit ini.

Barangkali yang harus disoroti saat ini adalah bagaimana kerja pemerintah dalam membangun sistem ketahanan kesehatan masyarakat yang terintegrasi dan lepas dari berbagai anasir kepentingan politik ekonomi segelintir kelompok yang memanfaatkan dan menangguk keuntungan pribadi di tengah kecamuk ketidakpastian ini.

Pengalaman menghadapi COVID-19 selama 2 tahun harus menjadikan pemerintah semakin paham dan responsif dalam upaya meredam dan mengantisipasi lonjakan tersebut.

Dengan kata lain, sebuah sistem harusnya sudah terbentuk dan mapan. Dan ketika ‘alarm’ berbunyi, pemerintah sudah tahu apa yang harus dilakukan. Seperti bermain ‘petak umpet’ dengan COVID-19, pemerintah seharusnya sudah tahu dan sudah memiliki sistem untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang bakal ditimbulkan. [Redaksi]

Comment