by

Editorial: Habis Langka Terbitlah Mahal

Minyak goreng

Setelah langka di pasaran, minyak goreng kemudian muncul dengan harga selangit. Pemerintah menuding ada mafia yang bermain. Apa pemerintah hanya bisa menuding tapi tak sanggup mengatasi?

Dailymakassar.id – PERSOALAN minyak goreng di negeri ini seperti tak ada habis-habisnya. Setelah pemerintah menghapus Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng, bahan kebutuhan mendasar rumah tangga beramai-ramai muncul di pasaran. Namun ironisnya, harga jualnya menjulang naik di luar akal sehat mengingat negeri kita merupakan produsen CPO (bahan dasar minyak goreng) terbesar di dunia.

Pemerintah menuding hidung mafia pangan dan penimbun sebagai biang kerok dari semua persoalan itu. Namun hingga saat ini yang berhasil ditangkap aparat hukum hanyalah penimbun kecil yang hanya memanfaatkan kondisi, bukan mafia pangan kakap yang sebenarnya sudah lama kita kenal sepak terjangnya dalam mempermainkan harga pangan.

Mafia pangan ini merupakan oligarki yang sudah demikian menguasai pasar pangan dan mampu dengan seenaknya menentukan komoditas pangan mana yang mereka hendak permainkan harganya.

Apakah pemerintah tak berdaya menghadapi ‘pesta pora’ para mafia pangan? Kenyataannya memang tidak. Apa boleh buat. Dan rakyat hanya bisa berkeluh kesah dengan semua nasib yang menghimpitnya.

Setelah langka dan kemudian muncul dengan harga selangit, minyak goreng menjadi semacam keanehan yang baru. Ironi yang membikin kita tak mengerti bagaimana kerja pemerintah. Barangkali negeri ini memang senantiasa menyajikan berbagai drama paradoks dan ironi ketika terkait dengan kebutuhan hayat hidup orang banyak. (Redaksi)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.