Editorial: Mental Impor atau Bancakan Aparat Pemerintah?

Ilustrasi

Dailymakassar.id – PRESIDEN JOKOWI merasa kesal. Sosok yang biasanya senang berkelakar dalam berbagai forum ini ‘meledak’ dengan suara bernada ketus. Dia menilai penggunaan anggaran belanja baik pusat maupun daerah sangat beraroma “impor minded”. Segalanya diukur dengan impor bahkan belanja pulpen dan kertas pun diimpor.

Kekesalan Presiden Jokowi ini menjawab bila memang mentalitas bangsa kita, -khusus pejabat pemerintahan masih bermental inlander. Minset kita masih berkubang dalam zona bahwa kualitas barang impor lebih kinclong, lebih bermutu dan ada gengsi dalam mempergunakannya. Atau bisa juga fenomena ini memberi signal bila dalam proses belanja dengan impor ini ada sejenis proyek yang menjadi bancakan para pejabat pemerintah.

Sudah menjadi rahasia umum bila situasi mentalitas kerja aparat pemerintahan dalam ‘menciptakan’ proyek-proyek pengadaan dan alokasi kegiatan yang memakai anggaran negara kerap diatur untuk keuntungan kocek para pelaksananya. Ada istilah yang lazim kita dengar dikalangan aparat pemerintah: dari pada anggaran ini hangus dan harus dikembalikan ke kas negara lebih baik dipakai dengan membuat berbagai kegiatan dan dilaksanakan di hotel-hotel serta mendapatkan uang saku untuk peserta.

Memang sangat diperlukan transformasi mentalitas untuk aparat pemerintahan kita. Sebenarnya, Jokowi dalam era pertama pemerintahannya pernah mencanangkan apa yang disebut “revolusi mental”. Tapi agaknya program ini terbengkalai bahkan hanya sempat menjadi jargon yang diumbar ke mana-mana.

Wajar bila Jokowi kesal soal impor belanja pemerintahan ini. Pertanyaannya adalah bagaimana selanjutnya? Apa hanya bagian dari sebuah drama atau memang punya daya gerak yang besar untuk mengubah cara aparat dalam menghabiskan anggaran? Mari kita tunggu (Redaksi)

Comment